Federasi Serikat Pekerja

Website resmi milik FSP BUMN. Website ini berdiri sejak Mei 2012 dengan harapan agar dapat memberikan informasi para anggota dan masyarakat luas pada umumnya
 

Bisnis Hilir Pertamina Makin Menggurita

Membukukan capaian laba bersih per Oktober 2015 sebesar 1,39 miliar dollar AS (Rp 19,32 triliun) tak membuat PT Pertamina (Persero) berpuas diri. Perusahaan BUMN di bidang energi itu terus mengembangkan bisnis hilirnya.

“Dalam waktu tidak lama lagi, PT Pertamina Lubricants juga akan memulai start up tahap I fasilitas Production Unit Jakarta, dengan total kapasitas sebesar 270 juta liter per tahun,” kata Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto, melalui keterangan tertulis, Kamis (11/12/2015).

Fasilitas tersebut, jelas Dwi, dilengkapi dengan teknologi Automatic Batch Blending, In Line Blending, dan Simultaneous Blending.

“Fasilitas ini adalah yang terbesar di Asia Tenggara dan akan memperkuat strategi kami dalam menghadapi persaingan di pasar pelumas yang sudah terbuka,” ucap Dwi.

Anak usaha Pertamina yakni, PT Pertamina Lubricants pada akhir tahun 2014 lalu melakukan akuisisi perusahaan pelumas di Thailand, Amaco. Pertamina Fastron pun telah dipercaya untuk menjadi pelumas resmi (official lubricants) di 129 dealer Lamborghini di seluruh dunia.

Dwi menuturkan, Pertamina memang terus menggenjot kinerja bisnis hilirnya. Sejumlah inovasi produk berhasil diluncurkan, seperti Pertalite dan ‘si elpiji pink’ Bright gas 5,5 kg.

Pertalite kini tersebar di 1.931 SPBU, di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, DKI Jakarta dan Jawa Barat, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Jawa Timur dan Bali, Kalimantan, serta Sulawesi.

Sementara itu, penetrasi pasar Bright gas 5,5 kg dilakukan secara intensif melalui inovasi layanan home delivery serta online marketing Bright gas.

“Di BBM Industri, perseroan berhasil menjaring pelanggan-pelanggan baru, di antaranya yang terbesar adalah kontrak jangka panjang dengan Adaro hingga 2022, sebesar 550.000 KL atau setara dengan revenue sekitar Rp 3 triliun per tahun,” jelas Dwi.

Selain itu, Dwi mengatakan, Pertamina juga memperluas dan memperkuat eksistensinya di luar negeri melalui pengembangan bisnis Bunker Overseas di Singapura, pendirian Pertamina International Timor, SA, serta penambahan 26 lokasi bisnis avtur di bandara luar negeri.

“Sebagai upaya untuk mengembangkan bisnis sebagai storage provider, Pertamina telah melakukan upgrading terminal BBM Sambu, yang diharapkan kelak dapat beroperasi sebagai Hyper Terminal BBM dengan kapasitas 835.000 KL,” ucap Dwi.

Tak ketinggalan di sektor Petrokimia, dilaksanakan akuisisi kontrak bantuan teknik (TAC) swasta, pembangunan terminal aspal baru dan pengembangan produk aspal modifikasi sebagai strategi peningkatan market share aspal.