Federasi Serikat Pekerja

Website resmi milik FSP BUMN. Website ini berdiri sejak Mei 2012 dengan harapan agar dapat memberikan informasi para anggota dan masyarakat luas pada umumnya
 

Eks Pejabat Kementerian BUMN Jadi Tersangka Kasus Sawah Fiktif

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri telah menetapkan eks pejabat Kementerian BUMN, Upik Rosalina Wasrin, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembukaan lahan sawah fiktif di Ketapang, Kalimantan Barat pada tahun 2012 hingga 2014. Hal itu diungkapkan Kepala Subdirektorat I Tipikor Bareskrim Polri Kombes Adi Deriyan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (14/7/2015).

“Berdasarkan hasil gelar perkara hari ini, URW ditetapkan sebagai tersangka. Dia adalah eks pejabat di Kementerian BUMN,” ujar Adi.

Saat proyek pengadaan lahan sawah, Rosalina menjabat sebagai Ketua Tim Kerja BUMN Peduli. Ia langsung bertanggung jawab kepada Menteri BUMN saat itu, Dahlan Iskan. Tim itu menerima dana dari sejumlah BUMN untuk pembukaan lahan sawah di daerah Ketapang, Kalimantan Barat. Penyidik menemukan adanya kesalahan pada proses pengadaan sawah.

“Tersangka menetapkan lokasi sawah tanpa investigasi terhadap calon lahan itu. Hasilnya, lahan itu tidak sesuai dengan proyek yang telah direncanakan sejak awal,” ujar Adi.

Proyek tersebut, kata Adi, dikategorikan fiktif karena luas pembukaan lahan sawah yang ada jauh di bawah dari yang ditentukan dalam rencana proyek. Padahal, uang patungan dari sejumlah BUMN telah diberikan.

Adi memastikan, akan ada tersangka selain Rosalina dalam perkara ini. Siapa yang dimaksud, ia mengatakan, tergantung dengan pengembangan penyidik.

Upik dijerat Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. Seiring dengan penetapan tersangka, Rosalina juga dicekal ke luar negeri.

sumber : Kompas