Federasi Serikat Pekerja

Website resmi milik FSP BUMN. Website ini berdiri sejak Mei 2012 dengan harapan agar dapat memberikan informasi para anggota dan masyarakat luas pada umumnya
 

Aksi Membangun Infrastruktur Transportasi

sajian-khusus-transportasi

Dengan melibatkan BUMN sebagai mitra strategis, pemerintah bergerak cepat membangun insfrastruktur transportasi udara, laut, maupun darat. Berikut adalah gambaran pembangunan yang telah dan sedang berjalan.

Transportasi Udara

Saat ini terdapat 233 bandara umum. Terdiri dari 29 bandara internasional (termasuk 5 bandara utama), dan 204 bandara domestik. Dengan keberadaan bandara tersebut, tingkat pertumbuhan perjalanan udara rata-rata meningkat dua kali lipat setiap tahun. Ketentuan PP No. 40 Tahun 2012, bandara komersial tidak lagi didanai APBN. BUMN yang mengelola bandara komersial, adalah PT Angkasa Pura I dan II. Namun sebagian besar bandara (skala kecil), masih dikelola oleh pemerintah melalui Unit Pelayanan Teknis (UPT). Akan ada penambahan bandara baru sebanyak 24 bandara, masing-masing 12 bandara beroperasi pada 2013, 7 bandara pada 2014, dan 5 bandara pada 2015.

Transportasi Laut

Indonesia memiliki 2.392 pelabuhan besar dan kecil. Terdiri dari 111 pelabuhan komersial, 1481 pelabuhan non-komersial, dan 800 terminal khusus. Melalui pelabuhan komersial yang, pergerakan petikemas antar pulau di Indonesia diperkirakan mencapai 3 juta TEUs pada 2011. Pergerakan petikemas antara Jawa dengan Sumatera merupakan proporsi terbesar dari total pergerakan petikemas domestik (32%). Proporsi terbesar selanjutnya diikuti oleh pergerakan petikemas antara Jawa – Kalimantan (29%), Jawa – Sulawesi (28%), serta Jawa – Maluku dan Papua (10%). Pelabuhan Tj. Priok merupakan hub dari 56% pergerakan petikemas domestik dari dan menuju Pulau Jawa, sedangkan 44% sisanya melalui Pelabuhan Tj. Perak sebagai hub utama untuk pergerakan petikemas di wilayah Timur Indonesia.
Di masa depan, ditargetkan koridor pelayaran pendulum diharapkan akan menjadi tulang punggung dari jaringan pelayaran domestik untuk pergerakan barang dari koridor Barat melalui Pelabuhan Belawan menuju koridor Jawa melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Tanjung Perak, hingga Sulawesi melalui Pelabuhan Makassar dan akhirnya menuju koridor Timur melalui Pelabuhan Sorong (dan begitu pula arah sebaliknya). BUMN yang bergerak di pengelolaan sarana pelabuhan adalah PT Pelindo, sedangkan sarana angkutannya adalah PT ASDP.

Transportasi Darat (Kereta Api)

Pergerakan transportasi di Jawa masih didominasi oleh transportasi jalan (80%). Untuk menyeimbangkan beban transportasi tersebut, penguatan perkeretaapian sangat diperlukan. Untuk itu, dilakukan pembangunan jalur ganda (double track) KA. Jalur ganda Jawa sepanjang 727 km akan menghubungkan 2 kota terbesar di Indonesia, yaitu Jakarta dan Surabaya. Jakarta memiliki 21 juta penduduk dan Surabaya 7 juta penduduk. Jalur Ganda ini akan dapat meningkatkan frekuensi dan kapasitas KA sampai 200-300%. Di luar Jawa, akan dilakukan pengembangan Trans Sumatera Railways yang menghubungkan Lampung sampai Banda Aceh, sepanjang 2.168 km. Di Kalimantan, akan dikembangan jalur KA Muara Wahau – Bengalon, Kalimantan Timur. Untuk kota-koperasi besar, terus dikembangkan sarana Bus Rapid Transit (BRT), Mass Rapid Transit (MRT), dan Light Rail Transit (LRT).