Federasi Serikat Pekerja

Website resmi milik FSP BUMN. Website ini berdiri sejak Mei 2012 dengan harapan agar dapat memberikan informasi para anggota dan masyarakat luas pada umumnya
 

Merger BUMN

Lingkungan bisnis selalu berubah. Setiap perubahan, senantiasa memunculkan tuntutan-tuntutan baru, sehingga diperlukan strategi baru pula untuk menghadapinya. Salah satu tuntutan yang sudah lama mengemuka akibat persaingan bisnis yang kian menajam, adalah memperbesar skala bisnis dan proses produknya yang semakin efisien.

topik-merger-bumn

Bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), salah satu strategi yang sudah menjadi keniscayaan adalah penggabungan atau merger. Banyak BUMN yang bergerak di sektor yang sama, atau di sebuah sektor industri yang cenderung padat sehingga mengalami kesulitan bersaing. Wacana merger BUMN sudah lama uu didengungkan, bahkan sudah mencapai tahapan perumusan rencana yang cukup matang. Namun, rencana tersebut sebagian besar tak kunjung dieksekusi. Dalam roadmap yang disusun Kementerian BUMN, disebutkan bahwa jumlah BUMN akan diciutkan dari 141 perusahaan yang ada saat ini menjadi 78 perusahaan tahun 2014.

Seperti dikatakan Menteri BUMN Dahlan Iskan, penciutan tersebut bukan berarti pembubaran banyak BUMN. Tapi akan ada penggabungan atau merger. Program penciutan jumlah BUMN ini diharapkan akan menambah nilai ekuitas dan aset BUMN lima kali lipat dari yang ada saat ini, karena efisiensi dan penajaman bisnis.
Tentu saja, merger hanya merupakan salah satu strategi untuk penajaman bisnis BUMN. Di luar itu, ada program lain seperti mempertahankan BUMN tertentu untuk berdiri sendiri (stand alone), likuidasi, divestasi, dan konsolidasi. Ada sekitar 39 BUMN yang akan dibiarkan tetap berdiri sendiri, yakni BUMN yang tergolong besar, berbentuk perusahaan umum (perum), dan BUMN pemegang tanggung jawab public service obligation (PSO/ memberikan pelayanan publik).
BUMN yang dikategorikan sebagai perusahaan besar antara lain adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Garuda Indonesia (Persero), PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Krakatau Steel (Persero), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, Pertamina, dan PT PLN. Totalnya diperkirakan ada 25 BUMN. Sedangkan BUMN yang berstatus perum ada 14 perusahaan, antara lain Bulog. Sementara BUMN yang saat ini menanggung tanggung jawab PSO ada 10 perusahaan. BUMN PSO yang rencananya akan tetap berdiri sendiri antara lain PT Pelni dan PT Kereta Api.
Adapun salah satu BUMN yang akan didivestasi (dilepas kepemilikan saham pemerintah) adalah PT Cambrics Primissima yang bergerak di industri pemintalan dan pertenunan. Perusahaan ini merupakan patungan pemerintah dengan Gabungan Koperasi Batik Indonesia (GKBI) dengan komposisi sahamnya saat ini pemerintah 52,79 persen dan GKBI 47,21 persen.

Pemerintah juga merancang ada empat kelompok usaha BUMN yang patut digabungkan, yakni BUMN di bidang perkebunan, farmasi, industri dok, dan tambang. Di kelompok perkebunan ada 14 PT Perkebunan Nusantara (PTPN) plus PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) yang akan digabungkan dalam naungan sebuah perusahaan induk (holding).

Untuk BUMN farmasi, pemerintah mengkaji kemungkinan penggabungan Kimia Farma dengan Indofarma, yang masing-masing punya kelebihan pada penjualan ritel dan produksi. Untuk industri perkapalan, pemerintah mengkaji penggabungan tiga perusahaan, yakni PT Dok dan Perkapalan Surabaya, PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari, serta Industri Kapal Indonesia (IKI) Makassar.
Sekarang, tahun 2014 sudah diambang pintu, namun rencana yang dimuat dalam roadmap, belum banyak yang berhasil diwujudkan. Termasuk soal merger. Kenyataan ini berpotensi membuat karyawan resah, terutama yang BUMN tempatnya bekerja, sudah disebut-sebut bakal digabungkan. Mereka khawatir terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Tapi, apakah target merger sejumlah BUMN akan benar-benar terwujud di tahun 2014 nanti? Ketua BUMN Watch Naldy Nazar Harun, menunjukkan pandangan skeptisnya. “Itu kan niat lama, yang stagnan karena tidak pernah dijalankan secara serius,” cetusnya