Federasi Serikat Pekerja

Website resmi milik FSP BUMN. Website ini berdiri sejak Mei 2012 dengan harapan agar dapat memberikan informasi para anggota dan masyarakat luas pada umumnya
 

Aktif Sosialisasi Manfaat Serikat Pekerja

Sebagai organisasi berbasis anggota, tentu saja Serikat Pekerja (SP) membutuhkan dukungan penuh dari segenap anggotanya. Salah satu bentuk dukungan itu, diwujudkan dalam bentuk ketaatan menyetor iuran. Tapi, tentu saja, anggota hanya akan memberikan dukungan, jika mereka paham tentang peran dan manfaat SP bagi mereka.

Forum Komunikasi Karyawan PT Kawasan Berikat Nusantara (Forkom KBN), sempat mengalami masalah rendahnya pemahaman sebagian karyawan PT KBN, terhadap keberadaan Forkom sebagai SP. Ada sejumlah karyawan yang sama sekali tidak paham soal SP, dan manfaatnya buat mereka. “Karena itu, mereka juga tidak tahu, kalau PKB itu hasil perjuangan Forkom,” ungkap Eka Miftah, Ketua Forkom KBN, “Mereka juga tidak tahu, Forkom juga memperjuangkan kenaikan gaji yang sekarang mereka nikmati.” Karena masih banyaknya karyawan yang belum paham tentang keberadaan dan manfaat SP, maka Forkom KBN aktif melakukan kegiatan sosialisasi, untuk memberikan pemahaman tentang peran dan manfaat SP bagi karyawan, antara lain melalui perwakilan di setiap unit kerja dan dengan memanfaatkan event tertentu. “Hasilnya cukup bagus. Bahkan, anggota bisa sepakat dengan kenaikan iuran yang kita ajukan,” ujar Miftah. Forkom KBN, yang dibentuk pada 2003, telah memainkan peran strategisnya, dalam memperjuangkan aspirasi karyawan PT KBN dan menciptakan hubungan industrial yang baik, antara lain ditandai dengan adanya Perjanjian Kerja Bersama (PKB). “Baru satu tahun kemarin, kami menandatangani PKB baru,” kata Miftah.

Dalam PKB baru, terdapat sejumlah perubahan dibandingkan PKB lama yang diteken pada 2008 lalu. Forkom berhasil memperjuangkan sejumlah aspirasi karyawan PT KBN. Misalnya, penambahan tunjangan hari raya, yang implementasinya bergantung pada pencapaian target laba perusahaan. Forkom terus mengawal semua klausul dalam PKB, termasuk saat terjadi pergantian direksi. “Kami langsung melakukan pendekatan pada direksi baru, dan mereka pun komit dengan PKB,” kata Miftah. Setiap kali memperjuangkan aspirasi karyawan, Forkom tidak juga berusaha memahami kondisi perusahaan, dan mengakomodir tuntutan manajemen. Lagi pula, tuntutan manajemen yang biasanya  menyangkut peningkatan produktivitas karyawan untuk memacu kinerja perusahaan. “Bagaimana mungkin perusahaan bisa memenuhi tuntutan peningkatan kesejahteraan karyawan, jika kinerjanya jelek,” lanjut Miftah. Sebagai komandan Forkom, Eka Miftah senantiasa berupaya agar Forkom bisa selalu membangun sinergi dengan manajemen, namun tetap menyerap aspirasi karyawan. “Kalau hubungan dengan manajemen baik, kita tidak perlu konfrontatif dalam menyampaikan aspirasi,” ujarnya. Eka Miftah, yang lahir di Beirut Lebanon, mulai berkarir di PT KBN pada 1986, dan sekarang sibuk sebagai GM Pemasaran.