Federasi Serikat Pekerja

Website resmi milik FSP BUMN. Website ini berdiri sejak Mei 2012 dengan harapan agar dapat memberikan informasi para anggota dan masyarakat luas pada umumnya
 

SP Batam Persero, Memperbaiki PKB dan Mengawal Pelaksanaannya

Di  bawah  kepemimpinan Didied  Hendriono, SP Batam tampil lebih greget. PKB disempurnakan, sehingga mengakomodir kepentingan karyawan secara lebih baik. Pelaksanaanya pun, terus dikawal.

Dalam waktu yang cukup lama, hubungan industrial di PT batam (persero) tampak tenang, nyaris tidak ada riak bagai permukaan telaga. Perjanjian Kerja bersama (PK b), memang ada. tapi seakan hanya formalitas saja. baik pekerja maupun Serikat Pekerja (SP)-nya yang dibentuk pada 1996, tidak begitu hirau.

Namun, bagi Didied Hendriono, keadaan tersebut tetap saja tidak baik. Ketenangan yang tercipta, bisa saja bersifat semu, dan sewaktu-waktu berpotensi menimbulkan gejolak. “Karena kita berada di lingkungan yang bergerak sangat dinamis,” cetusnya, “Jangan karena tidak ada keluhan dari karyawan, lantas kita mengabaikan PKB.”

Maka, ketika terpilih menjadi Ketua SP batam pada Musyawarah Besar (Mubes) di tahun 2009, Didied langsung menggebrak, dengan mempelajari PKB. “ ternyata, ada sejumlah ketentuan yang jika dicermati,

mengabaikan hak-hak normatif karyawan. Kemudian berjuang untuk memperbaikinya. Dan berhasil,” ungkap Didied, yang kini masih dipercaya memimpin SP  batam untuk periode yang keempat.

Karyawan pun menyambut baik langkah SP. Ini menunjukkan, bahwa sebetulnya mereka konsen pada PKB. Mereka cenderung diam, lantaran belum begitu memahami, bagaimana menyampaikan aspirasi agar bisa diakomodir dalam PKB. “Jadi, kita tidak harus selalu menunggu keluhan karyawan. Penting juga bagi SP untuk bersikap proaktif,” lanjut Didied.

Selanjutnya, SP batam selalu terlibat aktif dalam setiap perumusan dan penetapan PKB baru, dan mengawal pelaksanaannya tentu saja peran SP  batam tidak berhenti sampai di situ.  SP juga membuka diri sebagai sarana bagi karyawan untuk menyampaikan aspirasinya. “Kita juga berkomitmen untuk  mendukung program perusahaan, yang jelas-jelas bisa memajukan perusahaan dan mensejahterakan karyawan,” tutur Didied.

Kendati mengawal pelaksanaan PKB dengan ketat dan konsen memperjuangkan aspirasi karyawan, SP  batam tetap membangun hubungan dengan manajemen perusahaan, secara elegan, dengan mengedepankan dialog. “Sebab, pada intinya, manajemen dan karyawan punya tujuan yang sama, yaitu memajukan perusahaan. Ini  menjadi landasan dialog kita, jika terjadi perbedaan pandangan,” ujar Didied.