Federasi Serikat Pekerja

Website resmi milik FSP BUMN. Website ini berdiri sejak Mei 2012 dengan harapan agar dapat memberikan informasi para anggota dan masyarakat luas pada umumnya
 

SP PGN: Nuansa Baru Hubungan Industrial

Hubungan industrial di lingkungan PT PGN, mengalami perubahan cukup signifikan, menyusul terpilihnya kepengurusan baru. Perubahan itu ditandai dengan terbitnya PKB untuk pertama kali.

Sudah sekian lama, hubungan industrial di PT Perusahaan Gas Negara (PGN) berlangsung “panas-dingin”. Kendati Serikat Pekerja (SP) PGN berhasil memperjuangkan sejumlah kepentingan karyawan, namun hubungannya dengan manajemen, masih menyisakan jarak. Karena itu, di lingkungan perusahaan yang antara lain bergerak dalam distribusi gas ini, tidak pernah ada Perjanjian Kerja Bersama (PKB), yang sejatinya merupakan mahkota hubungan industrial.

Keadaan itu, kini telah berubah, menyusul terpilihnya kepengurusan baru SP PGN yang dipimpin Chaedar, pada awal 2011 lalu. Di lingkungan SP PGN, Chaedar sebetulnya bukan orang baru. Sebelumya, ia memimpin SP PGN Cabang Medan. Karena itu, ia bisa dengan cepat beradaptasi, dan —bersama pengurus lainnya— menyusun program kerja yang betul-betul memenuhi aspirasi karyawan PT PGN, khususnya yang menjadi anggota SP.

Langkah penting yang dilakukan, adalah membangun hubungan baik dengan manajemen. “Jika hubungan baik telah terbangun, niscaya akan relatif lebih mudah bagi SP, untuk menyampaikan aspirasinya,” ujar Chaedar.

Benar saja, setelah gubungan dengan manajemen terjalin baik, SP PGN bisa mewujudkan sejumlah keputusan strategis, yang selama ini menjadi aspirasi karyawan. “Yang paling utama, tentu saja disahkannya PKB,” ungkap Chaedar, bersemangat, “Dan ini menjadi PKB yang pertama ada di PT PGN.”

Kehadiran PKB tersebut, menjadi semacam “karpet merah” bagi SP PGN, untuk mewujudkan sejumlah aspirasi karyawan, yang sebelumnya tidak dipenuhi perusahaan. Misalnya, pemberian hak untuk tertentu untuk karyawan yang bekerja di remote area, di daerah terpencil. SP PGN juga berhasil memperjuangkan soal Masa Persiapan Pensiun (MPP) karyawan, dan system pemberian bonus yang lebih adil.

Secara simultan, SP PGN juga aktif membenahi internal organisasi. Mulai dari administrasi keanggotaan, sampai pembuatan alur penyampaian aspirasi anggota yang efektif. “Kita ingin, aspirasi yang akan kita operjuangkan nanti, benar-benar datang dari anggota, termasuk yang berada di level paling bawah,” ujar Chaedar.

Sekarang ini, menurut Chaedar, sudah 85 persen karyawan PT PGN menjadi anggota SP. Setelah melihat berbagai langkah positif yang diayunkan SP, banyak karyawan PT PGN yang tidak lagi “alergi” pada SP.