Federasi Serikat Pekerja

Website resmi milik FSP BUMN. Website ini berdiri sejak Mei 2012 dengan harapan agar dapat memberikan informasi para anggota dan masyarakat luas pada umumnya
 

PT Istaka Karya: Target Setelah Selamat dari Maut

PT Istaka Karya sepertinya akan gulung tikar, ketika MA mengetukkan palu yang menyatakan kepailitan. Namun, melalui proses yang berliku, akhirnya keputusan yang menyesakkan itu bisa dibatalkan. Kini, Iskata Karya malah berani memasang target merengkuh laba.

Ketukan palu Makamah Agung (MA) pada 22 Maret 2011 itu, bagi karyawan PT Istaka Karya, terdengar bagaikan gemuruh tsunami yang menghancurkan. Hari itu, MA menguatkan keputusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, yang menjatuhkan vonis pailit pada BUMN yang bergerak di bidang jasa konstruksi ini.

Kementerian BUMN, juga cenderung pasrah. “Kita menerima keputusan pailit,” ujar Mustafa Abubakar, yang saat itu masih menjabat Menteri BUMN. Kementerian BUMN jujga sudah menunjuk BUMN lain, yaitu PT Waskita Karya, untuk membantu merampungkan kepailitan Istaka Karya, dengan mengambil alih tugas dan tanggung jawabnya, sesuai dengan kesepakatan.

Pailitnya Istaka Karya, bermula dari utang yang berbentuk Commercial Paper (CP) kepada PT JAIC sekira USD7,645 juta. CP tersebut adalah utang atas tunjuk, bukan utang atas nama. Untuk CP yang diterbitkan pada Desember 1998, yang jatuh temponya 1 Januari 1999 merupakan CP tangan keempat.

Selanjutnya, PT JAIC mengajukan permohonan pailit terhadap PT Istaka Karya karena perusahaan pelat merah ini dianggap tidak melaksanakan putusan MA yang memerintahkan perusahaan itu membayar kewajibannya sebesar USD7,645 juta. Akhirnya, pada 22 Maret 2011 lalu, MA mengabulkan kasasi yang dilayangkan PT JAIC Indonesia tersebut dalam perkara permohonan pailit.

Proses pemailitan PT Istaka Karya berlangsung alot, bahkan sempat dihiasi drama demonstrasi oleh sekitar 300 orang mengatasnamakan Forum Kreditur Konkuren Istaka Karya (FKKI), di depan kantor Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Mereka menuntut pemerintah agar bertanggung jawab atas hutang PT Istaka Karya terhadap kepada para kreditor yang jumlahnya mencapai Rp1,2 triliun. “Banyak di antara rekan-rekan kreditur yang sudah lama tidak kunjung diselesaikan pembayarannya. Ada yang sudah tiga tahun, bahkan lima tahun,” ujar Ketua FKKI Candra Atang, saat aksi.

Seluruh karyawan PT Istaka Karya, tentu saja sangat resah dengan kepailitan perusahaan tempatnya bekerja. Meskipun saat itu Kementerian BUMN menjamin akan menyelamatkan mereka, dengan dengan cara memindahkan para karyawan tersebut ke BUMN lainnya. Namun, tetap saja, jaminan tersebut tidak sepenuhnya bisa mengusir keresahan mereka. Bahkan, pada kreditur yang awalnya ngotot mempailitkan Istaka Karya, belakangan menunjukkan gelagat sebaliknya.

Karena itulah, jalan menuju perdamaian terbuka kembali. Setelah melalui bebgerapa kali pembicaraan untuk mencari langkah perdamaian terbaik, akhirnya kepailitan Istaka Karya pun dibatalkan. Salah satu kesepaktan penting yang dicapai, utang perseroan dikonversi menjadi saham dan sebagian lagi dibayarkan.

“Salah satu mekanisme perdamaiannya adalah PT Waskita Karya (Persero) akan menyuntikkan dana ke kita sekira Rp70 miliar hingga Rp80 miliar. Dengan penyuntikan dana tersebut maka Waskita akan mendapat 51 persen saham Istaka,” ungkap Direktur Utama Istaka Kasman Muhammad .

Perdamaian tersebut terjadi pada 9 Desember 2011. Nantinya dana hasil suntikan dari Waskita Karya tersebut akan dibayarkan Istaka Karya kepada para kreditur. Sementara sisa saham Istaka Karya sebesar 49 persen akan dimiliki oleh kredit konkuren.

Lalu dari total utang Istaka Karya kepada kredit konkuren senilai Rp385,58 miliar, Waskita Karya mempunyai piutang sebesar Rp90 miliar di dalamnya. “Jadi nanti kalau di piutang Waskita Karya yang Rp90 miliar itu dikonversi menjadi saham, maka Waskita Karya akan memiliki 66 persen saham Istaka karya,” paparnya. Proses perdamaian tersebut ditargetkan n beres pada awal 2012 ini.

Kesempatan Kedua

PT Istaka Karya sudah dalam kondisi sudap berlari, setelah selamat dari ancaman maut. BUMN ini akan memanfaatkan kesempatan kedua yang diperolehnya, bahkan dengan menargetkan memperoleh laba bersih Rp42 miliar sepanjuang 2012 ini.

“Kita targetkan untuk laba bersih bisa mencapai lima persen hingga enam persen dari pendapatan di 2012,” ungkap Kasman Muhammad.

Untuk target pendapatan di 2012, perseroan optimistis bisa mencapai sekira Rp600 miliar hingga Rp700 miliar. Nantinya pendapatan tersebut berasal dari target nilai kontrak di 2012 yang ditargetkan bisa mencapai di atas Rp1 triliun.

Salah satu kontrak yang sudah didapat yaitu persiapan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) di Riau, Sumatera. Sementara setelah menyatakan perseroan untuk tidak jadi pailit, perseroan akan menjalankan beberapa proyek yang sempat tertunda diakibatkan persoalan kepailatan tersebut.

Adapun beberapa proyek yang akan dilanjutkan adalah proyek flyover di Riau senilai Rp79 miliar yang akan selesai pada April 2012, lalu proyek pembangunan jembatan di Surabaya senilai Rp40 miliar, pembangunan irigasi di Solo Rp60 miliar, dan juga proyek-proyek lainnya.