Federasi Serikat Pekerja

Website resmi milik FSP BUMN. Website ini berdiri sejak Mei 2012 dengan harapan agar dapat memberikan informasi para anggota dan masyarakat luas pada umumnya
 

Semen Gresik, Target jadi Raksasa di Asia Tenggara

Setelah sukses merajai pasar dalam negeri, PT Semen Gresik bersiap melakukan langkah besar untuk menjadi industri semen yang berjaya di kawasan Asia Tenggara. Namanya pun bakal diubah menjadi PT Semen Indonesia, Tbk.

PT Semen Gresik Tbk, terus melaju di jalur cepat. BUMN semen yang sudah menguasai pangsa pasar dalam negeri ini, sekarang sedang dipacu untuk menjadi raja di kawasan Asia Tenggara. BUMN semen yang berdiri sejak 1957 ini, memang layak digadang untuk bertarung di pasar regional, karena kinerjanya yang terus menanjak. Sepanjang 2011, Semen Gresik membukukan pendapatan sekitar Rp15 triliun dan laba bersih mencapai Rp3,8 triliun, atau naik dibanding 2010 sejumlah lebih kurang Rp3,6 triliun. Sedangkan total kapasitas produksinya, menyentuh angka 18 juta ton per tahun. Semen Gresik memulai lompatan besarnya pada 1991, dengan listing di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek  Surabaya (sekarang Bursa Efek Indonesia). Pada 1995, BUMN yang berbasis di Gresik, Jawa Timur ini, melakukan konsolidasi dengan PT Semen Padang dan Semen Tonasa, hingga menjelma menjadi Semen Gresik Grup (SGG). Saat itu, kapasitas terpasang SGG masih 8,5 juta ton per tahun. SGG terus melaju, merambah pasar di berbagai wilayah Indonesia. Hasilnya, pada 2006, 46 persen pangsa pasar nasional, berhasil dikuasai, dengan kapasitas terpasang riil sudah 16,92 juta ton per tahun. Saat ini, SGG sedang menyelesaikan pembangunan dua pabrik baru di Tuban (Jawa Timur) dan Pangkep (Sulawesi Selatan). Jika kedua pabrik tersebut sudah beroperasi, kapasitas produksi SGG akan lompat melampaui 25 juta ton per tahun. Belum lagi kalau ditambah dengan pabrik yang sedang dibangun di Indarung VI, Sumatera Barat, yang juga ditargetkan mulai beroperasi akhir tahun ini. Karena itu, sangat rasional jika Menteri BUMN Dahlan Iskan memancangkan target tinggi, agar SGG menjadi industri semen terbesar di kawasan Asia Tenggara. “Memang pasar semen di dalam negeri masih sangat besar, tetapi untuk perusahaan sebesar SGG, ekspansi ke pasar regional juga perlu dilakukan,” cetus Dahlan Iskan. Selama ini, SGG memang sudah bergerak dengan mengusung visi “menjadi perusahaan persemenan terkemuka di Indonesia dan Asia Tenggara”. Untuk mewujudkan visi tersebut, tahun ini SGG akan berganti nama menjadi Semen Indonesia. “Dalam tahun ini, nama Semen Gresik sebagai holding tidak akan dipakai lagi. Namanya menjadi Semen Indonesia,” ungkap Dahlan Iskan, “Semen Indonesia harus bisa menjadi nomor satu di Asia Tenggara.” SGG juga menyiapkan berbagai langkah strategis, agar bisa kompetitif di pasar regional. “Kami sudah melakukan kajian dan penjajakan. Harapan kami sebelum tahun 2015, SG sudah bisa masuk ke pasar luar negeri. Apakah mendirikan pabrik baru atau membeli pabrik yang sudah ada,” kata Dirut Semen Gresik Dwi Sutjipto.

SGG juga memperkuat sinergi dengan BUMN konstruksi, terutama WIKA. “Kerja sama dengan WIKA bisa memperkuat pertumbuhan pasar yang ditargetkan mencapai 15 persen sampai 20 persen, sehingga bisa menguasai 44 persen pangsa pasar,” ungkap Dwi Sutjipto.

Human Capital Master Plan

Terus meningkatnyanya kinerja SGG, merupakan buah dari kebijakan manajemen, yang menempatkan karyawan sebagai aset yang sangat penting. Karena itu, mulai 2009, perusahaan telah menyusun Human Capital Master Plan (HCMP), yang merupakan framework pengembangan secara bertahap dalam periode lima tahun ke depan. Dalam HCMP, perusahaan telah menetapkan kebijakan-kebijakan mendasar dalam pengelolaan dan pengembangan sumberdaya manusia (SDM). Seluruh kebijakan yang disusun menyangkut pengembangan human capital bermuara pada satu tujuan, Perusahaan memiliki dan mengembangangkan karyawan dengan talenta terbaik.

HCMP yang disusun SGG terdiri atas empat tahapan, yang implementasikan secara berkelanjutan. Tahap pertama, 2009 – 2010, adalah setting human capital foundation, yaitu penyusunan HCMP dan dimulainya transisi implementasi system, dengan kegiatan penyelarasan sistem manajemen SDM, dan optimalisasi framework aliran human capital di antara anggota group perusahaan. Tahap kedua, pelaksanaan HCMP, 2011 – 2012, yaitu growth & strengthening. Pada tahap ini, perusahaan melakukan penguatan human capital system dan percepatan peningkatan kinerja SDM secara berkesinambungan. Target tahap ini adalah, terjadinya akselerasi kemampuan dan kinerja SDM secara signifikan. Tahap ketiga, 2013, adalah excellent performance. Pada tahapan ini, seluruh human capital system telah mencapai kondisi yang optimal, dan berada pada derajat penyelarasan yang tinggi, untuk menunjukkan high performance system and culture. Tahap keempat, 2014 dan seterusnya, pengelolaan human capital perusahaan yang sejajar dengan pengelolaan human capital perusahaan kelas dunia. Pada tahap ini, pengelolaan human capital yang dilakukan perusahaan, mampu membuat citra atau persepsi publik terhadap perusahaan berubah. SGG, atau Semen Indonesia, telah menjelma sebagai perusahaan kelas dunia, dengan standar manajemen internasional, perusahaan pilihan dalam bisnis persemenan, dan perusahaan pilihan para talenta terbaik yang berminat terjun di bidang persemenan.

Salah satu fokus HCMP, adalah pelaksanaan program leadership development yang bertujuan menghasilkan pemimpin yang memiliki kapabilitas kepemimpinan mumpuni, baik dari aspek teknis, kepemimpinan, maupun business acumen di semua jenjang, baik struktural maupun dan fungsional organisasi. Perusahaan juga melakukan penguatan budaya perusahaan, yang didasarkan pada performance based culture. Perilaku unggul dirangkum sebagai kompetensi inti, kemudian digabungkan dengan kompetensi teknis yang dipergunakan sebagai dasar pengembangan kompetensi pegawai. SGG mulai melaksanakan kegiatan knowledge management dengan tujuan mengelola pengetahuan, yang merupakan aset bernilai tinggi di perusahaan, sebagai sarana untuk meningkatkan keunggulan human capital perusahaan. Termasuk dalam kegiatan ini, adalah knowledge sharing, mentoring, bedah buku dan kegiatan lain terkait dengan pengetahuan individu maupun kelompok. Peningkatan kompetensi SDM, kemudian diimbangi dengan pemberian kesempatan untuk berkembang bersama perusahaan, serta pemberian paket remunerasi yang kompetitif. Proses ini melibatkan seluruh kegiatan yang berkaitan dengan siklus manajemen kinerja. Mulai dari penyusunan rencana, performance review secara kontinyu dan penilaian kinerja di akhir tahun. Pada 2009, SGG sudah mulai mengimplementasikan balance scorecard, sebagai tools dalam manajemen KPI guna menjamin akurasi, transparansi, dan obyektivitas penilaian kinerja. Hasil evaluasi akan digunakan untuk mendapatkan feedback bagi pengembangan SDM bersangkutan, dan memberikan penghargaan untuk yang mencapai atau melebihi target KPI. Bagi yang tidak mencapai ukuran kinerja yang ditetapkan, dilakukan pembinaan. Dengan HCMP, Semen Gresik Grup benar-benar siap menjadi raja di ranah Asia Tenggara.