
Serikat Pekerja Merdeka (SPM) PTPN II Medan, kembali memilih Josem Ginting untuk menjabat Ketua Umum. Ginting terpilih secara aklamasi, pada Kongres ke-4 SPM, yang digelar di Puri Triadiguna Tanjung Morawa, Medan, 9 Juni lalu. Kongres diikuti 300-an peserta, termasuk yang mewakili 41 kantor cabang PTPN II dan peninjau.
Selain memilih Ketua Umum, kongres juga melahirkan 10 keputusan strategis. “Intinya, SPM akan berada di garda depan, untuk mempertahankan asset BUMN, khususnya PTPN II,” cetus Ginting, ”Kami siap melakukan pembersihan lahan yang
dikuasai oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, dan yang mengatasnamakan rakyat.”
Keputusan lainnya adalah, SPM harus memperjuangkan pemberlakuan dasar perhitungan pensiun bekerja, sesuai dengan upah terakhir yang diterima pekerja sebelum pensiun. Bukan upah 2002, seperti yang diberlakukan selama ini. “SPM juga menolak tenaga outsourcing, dan menuntut perusahaan agar Hari Buruh 1 Mei menjadi hari libur,” ungkap Ginting.
Empat hari setelah kongres, SPM kembali menggelar pertemuan besar-besaran, sekaligus untuk melantikan pengurus baru, mulai di tingkat pusat sampai cabang. Kali ini, mengambil tempat di Balai Raya Convention Hall Tiara Hotel. Acara pelantikan dihadiri oleh MS. Ka’ban, mantan Menteri Kehutanan yang tercatat sebagai anggota luarbiasa SPM, Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Abdul Latif Algaff, Komisaris PTPN II, Direksi PTPN II dan segenap staf PTPN II, dan 2000 pekerja PTPN II dari sejumlah cabang, termasuk Papua. Di bawah kepemimpinan Josem Ginting, SPM PTPN II siap menggebrak, baik ke dalam perusahaan maupun keluar.