Federasi Serikat Pekerja

Website resmi milik FSP BUMN. Website ini berdiri sejak Mei 2012 dengan harapan agar dapat memberikan informasi para anggota dan masyarakat luas pada umumnya
 

SP ASDP: Rindu Kembali Bersatu

SP lebih dari di sebuah BUMN, memang sah-sah saja. Namun, di PT ASPD Indonesia Ferry, adanya dua SP menorehkan sejarah kelam berupa perpecahan. Kini, kedua SP tersebut siap bersatu kembali, membangun stau kekuatan untuk memperjuangkan aspirasi karyawan plus kinerja perusahaan.

Rapat kerja (raker) Serikat Pekerja (SP) PT ASPD Indonesia Ferry pada 2010 lalu, merupakan momentum terbaik untuk membangun kembali hubungan industrial di BUMN yang mengoperasikan kapal penyebrangan ini. “Hubungan dengan manajemen, sudah membaik, menyusul pergantian direksi,” ungkap Agustono, Ketua SP ASDP.

Sebelumnya, hubungan SP dengan manajemen sangat buruk, karena petinggi direksi cenderung ingin mengendalikan SP. Karena pengurus SP berteguh dengan independensinya, direksi pun memfasilitasi berdirinya SP baru, semacam tandingan. Pengurus SP lama dan anggotanya yang loyal, bahkan banyak yang terpental kena mutasi dengan alasan tidak jelas.

Sekarang, iklim hubungan industrial di PT ASDP, sudah berangsur kondusif. Bahkan, dalam setiap acara besar yang digelar SP, selalu hadir jajaran direksi secara lengkap bahkan komisaris perusahaan. “Malah, komisaris utama sangat antusias pada keberadaan SP,” ujar Agustono.

SP ASDP, di bawah kepepimpinan Agustono, memang bukan hanya menjadi wadah untuk memperjuangkan kepentingan karyawan, tetapi juga kemajuan perusahaan. Logikanya sederhana saja, jika kinerja perusahaan bagus, akan lebih mudah bagi SP untuk memperjuangkan aspirasi karyawan secara proporsional.

Dengan manajemen, SP ASDP mempunyai forum bernama Lembaga Kerja Sama (LKS) Bipartit. Di dalamnya, terdalam wakil SP dan manajemen, masing-masing 6 orang. Dalam forum tersebut, manajemen dan SP ASDP bukan hanya mendiskusikan masalah-masalah ketenagakerjaan, tetapi juga bagimana memacu kinerja perusahaan dengan produktivitas karyawan.

Manajemen PT ASDP, sangat terbuka dengan berbagai masukan dari SP, untuk pengembangan bisnis perusahaan. Dibangunnya sejumlah jembatan penyebrangan, baik yang sudah seperti Suramadu maupun yang akan dibangun seperti penghubung Jawa-Sumatera, memang berpotensi menggerus bisnis PT ASDP. “Ini termasuk masalah yang juga kita pikirkan jalan keluarnya. Kita aktif memberi masukan pada manajemen,” ucap Agustono, “Kami sadar, masa depan perusahaan, adalah masa depan kami juga, sebagai pekerja.”

Setelah berhasil membangun kembali hubungan yang kondusif dengan manajemen, kemudian muncul wacana untuk menggabungkan kembali dua SP di PT ASDP. “Kita sudah melakukan penjajakan. Bahkan manajemen ikut memfasilitasi,” ujar Agustono.

Agustono, yang sudah berkarir di PT ASDP selama 28 tahun, sudah terlibat aktif dalam SP ASDP, bahkan sejak pembentukannya. Alumni Magister Management Universitas Indonesia (MM UI) itu, termasuk pendiri SP ASDP, yang terbentuk pada Tahun 2000. Sebelum terpilih sebagai Kerua Umum sekarang ini, ia sudah menduduki jabatan berbagai di bidang SP. Di PT ASDP sendiri, Agustono masih menjabat sebagai Direktur Utama Dana Pensiun.