Kehadiran Dahkan Iskan sebagai Menteri BUMN, langsung mengikir nuansa birokrasi di perusahaan plat merah itu. Setiap BUMN dipacu untuk bergerak gesit sebagai korporasi, tanpa haruis direpotkan lagi oleh prosedur berbelit dalam pengambilan keputusan. “Revolusi” pengelolaan BUMN, telah dimulai. Dahlan Iskan adalah “bintang” dalam Kabinet Indonesia Bersatu II hasil reshuffle, yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
SP lebih dari di sebuah BUMN, memang sah-sah saja. Namun, di PT ASPD Indonesia Ferry, adanya dua SP menorehkan sejarah kelam berupa perpecahan. Kini, kedua SP tersebut siap bersatu kembali, membangun stau kekuatan untuk memperjuangkan aspirasi karyawan plus kinerja perusahaan. Rapat kerja (raker) Serikat Pekerja (SP) PT ASPD Indonesia Ferry pada 2010 lalu, merupakan momentum
Bekerja keras, efektif, dan tidak begitu peduli pada penampilan atau protokoler birokrasi. Itulah bagian dari style Dahlan Iskan. Mantan jurnalis ini, segera menjadi pusat perhatian, ketika diangkat menjadi Menteri BUMN karena gerakan licahnya, mengingatkan orang pada sosok Adam Malik. Ketika hasil reshufle Kabinet Indonesia Bersatu II diumumkan, Oktober 2011 lalu, masyarakat banyak yang menyampaikan ketidakpuasannya.
Hubungan industrial di lingkungan PT PGN, mengalami perubahan cukup signifikan, menyusul terpilihnya kepengurusan baru. Perubahan itu ditandai dengan terbitnya PKB untuk pertama kali. Sudah sekian lama, hubungan industrial di PT Perusahaan Gas Negara (PGN) berlangsung “panas-dingin”. Kendati Serikat Pekerja (SP) PGN berhasil memperjuangkan sejumlah kepentingan karyawan, namun hubungannya dengan manajemen, masih menyisakan jarak. Karena itu,
PT Istaka Karya sepertinya akan gulung tikar, ketika MA mengetukkan palu yang menyatakan kepailitan. Namun, melalui proses yang berliku, akhirnya keputusan yang menyesakkan itu bisa dibatalkan. Kini, Iskata Karya malah berani memasang target merengkuh laba. Ketukan palu Makamah Agung (MA) pada 22 Maret 2011 itu, bagi karyawan PT Istaka Karya, terdengar bagaikan gemuruh tsunami yang
Bagi pekerja BUMN, sosok seperti Dahlan Iskan sudah lama dinantikan untuk memimpin Kementerian BUMN. Sudah menjadi rahasia umum, selama ini BUMN sangat rentan terhadap rongrongan berbagai pihak, terutama yang berkuasa atau dekat dengan kekuasaan. Dalam kalimat yang lebih populer, BUMN kerap dijadikan “sapi perah”. Rongrongan pada BUMN tersebut, terus saja berlangsung, meskipun Menteri BUMN beberapa
Pada akhir 2011 kemarin, hubungan Serikat Pekerja Semen Baturaja (SKSB) sempat agak memanas. Melalui SP, karyawan PT Semen Baturaja mengajukan usul kenaikan gaji, karena dalam lima tahun terakhir, kinerja perusahaan terus menanjak. Manajemen merasa tidak nyaman dengan tuntutan itu. Gesekan pun tak terelakkan. Namun, dengan dialog intensif, pihak manajemen dan SP akhirnya menemukan kata sepakat.